Merenung masa pemuda dan bangsa Indonesia

Waktu lebih berharga daripada emas. Slogan tersebut sering sekali didengungkan tetapi, masih banyak sekali orang yang menghamburkan waktunya dengan sia-sia. Hidup haruslah memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai hidup hanya sekedar hidup, hanya mengikuti arus. Perlu diketahui bahwa arus tidak semuanya baik Tidak menjadi masalah jika arus yang diikuti merupakan arus yang baik, tetapi jika arusnya adalah arus yang menjerumuskan seseorang bisa celaka.

Kebanyakan pemuda berpikir bahwa hidup muda hanya sekali sehingga harus gdimanfaatkanh dengan sebaik-baiknya. Pergi ke mall, berganti model pakaian, HP, dan aksesori lainnya merupakan kegiatan rutin kebanyakan dari mereka. Seharusnya sebagai pemuda sadar bahwa kita merupakan penerus bangsa. Seharusnya kita memanfaatkan waktu ini dengan sebaiknya sehingga jika kita sudah terjun ke masyarakat, kita menjadi pionir yang dapat merubah masyarakat menjadi lebih baik, bukannya menjadi sampah yang menyusahkan masyarakat.

Peranan kita di masyarakat hendaklah sudah dipikirkan sejak sekarang. Untuk menjadi seorang mujadid diprlukan banyak sekali persiapan, sehingga memerlukan banyak waktu. Apalagi sebagai umat islam, kita hendaknya menjadi pionir yang memiliki nilai plus. Misalnya, fulan menjadi business man namun fulan juga merupakan hafidz qurfan ditambah lagi dia merupakan doctor dari salah satu universiti ternama di Jerman sehingga dia bisa membantu masyarakat sekitarnya dengan ilmu dan hartanya. Beginilah seharusnya seorang muslim itu. Dan ingat, hal ini memerlukan banyak sekali persiapan. Jika permuda sudah memikirkan masa depan, bisa dipastikan angka bolos sekolah anjlok. Mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk berfoya-foya.

Sebagian besar pemuda yang terjerat kasus dikarenakan kurangnya perhatian orang tua. Para orang tua hendaklah mendidik anaknya dengan serius. Anak tidak hanya butuh uang melainkan membutuhkan pengajaran dan kasih saying dari orang tua. Keluarga merupakan tempat mendidik skill untuk hidup bermasyarakat. Tidak ada gunanya orang pandai dan cerdas tetapi tidak bisa bermasyarakat.

Mulailah merubah Negara kita yang sudah sekarat ini dari diri kita sendiri. Segeralah untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. jangan sampai waktu kita terbuang sedikit pun. Jangan sampai Negara ini hancur karena kelengahan kaum muda.dan para orang tua yang lalai dalam mendidik anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s